Buku The Ballad Of… - Stephanie Garber | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 105,400
15% Rp 124,000

Deskripsi

Dear Evangeline,

Kau akan bertemu Jacks lagi dan, saat itu terjadi, jangan tertipu gara-gara lesung pipinya yang menawan, mata birunya yang memukau, atau kupu-kupu yang beterbangan di perutmu ketika dia memanggilmu Rubah Kecil—itu bukan panggilan sayang. Itu manipulasi.

Dia adalah Takdir dan baginya kau hanyalah alat untuk membuka Pelengkung Valory, yang menyimpan sesuatu yang sangat dia inginkan. Dia adalah Takdir dan apa pun yang diinginkan Takdir, biasanya bukan sesuatu yang baik, bahkan berpotensi membawa kehancuran.

Kau hanya perlu fokus pada satu tujuan: mendapatkan akhir bahagia selamanya agar Jacks mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya.

 

Tertanda, Evangeline

Spesifikasi

SKU  :  ND-498
ISBN  :  9786232423558
Berat  :  360 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  404
Tahun Terbit  :  2022
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Marshella
Marshella 31-01-2026 15:02:00
The Ballad of Never After lebih dar der dor lagi dibandingkan buku pertamanya. Evangeline merasa dihianati. Sampai pada tahap Eva merasa capek jadi orang yang percaya bahwa semua orang itu baik. Eva mulai tidak mempercayai Jack. Saya gregetan waktu Apollo terus mendorong Eva untuk menjauh dari Jack. Semakin Eva menjauh, semakin terlihat kalau sebenarnya banyak kejanggalan aaaaaaaaaa. Semua pilihan yang menurut Eva baik malah jahat. Pilihan yang menurutnya jahat malah yang baik. Part dimana terungkap bahwa Jack juga ga sepenuhnya bebas..... setiap kali jatuh cinta dan berusaha peduli ada konsekuensi yang harus dibayar. Terungkap disini kenapa setiap kali mau menolong Eva selalu setengah-setengah, bukan karna Jack gak peduli... tapi Eva bisa mati :( Kisah kecap-kecup yang digambarkan oleh Apollo dan Eva, penuh rasa dan begitu diharapkan. Tetapi fakta terungkap jika ciuman itu terjadi karena Eva berada dalam pengaruh sihir Apollo. Pelan-pelan Apollo yang mulai terungkap kalau dia juga ga seaman... Lihat selengkapnya
Kadita Kazread_
Kadita Kazread_ 30-01-2026 22:20:13
Kisah ini lanjutan dari novel Once Upon A Broken Heart, saat itu Evangeline bimbang maksimal mau percaya Jacks atau enggak. Di sini hubungan Eva dan Tunangannya makin runyam, apalagi adek iparnya ikut campur banget ????. Si Marisol juga harus ditampol, tapi sayangnya si Eva terlalu baik.
Scene Eva dan Jacks yang di tempatnya Khaos aduduuuu lucuw dan gemes. Hubungan Eva dan Jacks juga makin berkembang walaupun ada momen mereka kayak benci tapi cinta.
Aku udah jatuh hati banget sama couple ini. Tapi ENDINGNYAAAAA AARRRGGGHH MEMBUATKU AAAAKKKKKKK TIDAKKKKKK
moodreader yy
moodreader yy 28-01-2026 03:56:06
The Ballad of Never After ini buku favoritku banget. Bikin aku keinget terus, kepikiran habis baca, dan rasanya masih kebawa emosinya berhari-hari. Intens itu kata yang paling pas. Setiap hal di buku ini tuh kerasa padat perasaan. Tatapan, dialog, janji yang setengah diucapin, pengkhianatan kecil yang rasanya gede banget. Dan hubungan Eva dan Jacks tuh bukan cuma slow burn, tapi slow burn yang nyiksa dan bikin dada sesak. Kamu tahu ini berbahaya, tapi tetap aja pengin lanjut. Jacks..duh. Dia bikin aku kesel, jatuh cinta, curiga, terus berharap lagi dalam satu tarikan napas. Morally grey-nya dapet banget, dan setiap kemunculannya selalu bikin scene langsung naik level. Intensnya karena ketegangan emosi yang terus numpuk. Worldbuilding fairytale gelapnya juga makin kuat. Kutukan, takdir, dan pilihan-pilihan pahit terasa lebih nyata, lebih berat, lebih personal. Buku ini bikin aku ngerasa kayak lagi baca dongeng, tapi dongeng yang tahu caranya nyakitin pembacanya. Dan ya..ending-nya benar-benar uwowww.... Lihat selengkapnya
Suci Afiati
Suci Afiati 20-01-2026 07:20:09
Di buku kedua seri Once Upon a Broken Heart ini, menceritakan Evangeline dan Apollo yang terikat oleh kutukan cermin. Jika Apollo terluka, Evangeline ikut terluka. Jika Apollo mati, Evangeline pun akan mati. Karena itu, Evangeline harus menemukan empat batu magis untuk membuka Pelengkung Valory dan mematahkan kutukan tersebut. Menurutku, novel ini terasa jauh lebih seru dengan romansa yang semakin intens antara Evangeline dan Jacks. Aku sampai berteriak sendiri saking salting-nya. Terutama pada momen-momen saat Jacks merawat Evangeline, dan ketika Evangeline melakukan hal yang sama untuknya. Uwuu… so sweet >_< Tapi mereka masih denial satu sama lain. Wajar saja—Jacks tidak berani mendekat sepenuhnya karena ia tahu, satu ciuman darinya bisa menjadi akhir hidup Evangeline. Cinta yang terhalang oleh kutukan benar-benar bikin nyesek T_T Soal world building? Dunia fantasinya terasa jauh lebih kuat, detail, dan semakin kaya dibandingkan buku pertamanya. Ending-nya sukses bikin aku frustrasi dan penasaran. Cliffhanger yang disajikan benar-benar efektif... Lihat selengkapnya
bookish trynabe
bookish trynabe 08-01-2026 11:53:25
Ini akan jadi lanjutan review ku di buku pertamanya: Once Upon A Broken Heart Di buku #1 aku tamat dalam sehari, guys ... Jangan tanya kabar skripsiku. Aku mulai baca jam 8 pagi, jam 7 malam aku cek laptopku, udah sleep duluan dia nungguin aku nyentuh skripsiku. Lalu, apakah setelah tamat buku #1 aku lanjut ngerjain skripsi? Tentu tidak! Aku tidur karena badan ini sudah jompo, dengan niatan begitu bangun aku akan lanjut baca buku #2 nya :D Skripsiku tbtb tidak terasa seperti tanggung jawab yang krusial lagi, progress mengerjakan skripsi hari itu adalahL Berniat. Eksekusinya nol. Bener aja. Besok paginya aku langsung baca buku 2. Lagi, menurutku buku ini harus dikasi tulisan WARNING. Bukan karena bikin prokras doang, tapi hidup terasa hampa begitu namatinnya. MANA BUKU KETIGANYA?? HAH BELUM TERBIT? Aku inget aku baru tamat buku 2 itu di 27 April 2023 (karena sy ultah). Dan sejak hari itu... Lihat selengkapnya