Buku Filsafat Kebahagiaan - Fahruddin Faiz | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 75,650
15% Rp 89,000

Deskripsi

Orang boleh berbeda dalam banyak hal, tapi bakal bersepakat dalam satu hal: ingin bahagia. Sayangnya, makna bahagia itu tidak tunggal dan sama bagi semua orang. Bahagia bagi yang satu, boleh jadi bukan bahagia bagi yang lain. Bahagia itu ternyata macam-macam dan bisa saling bertentangan. Maka, layak sekali kalau orang bertanya: apa, sih, bahagia itu sebenarnya?

Empat orang bijak—Plato, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ki Ageng Suryomentaram—menawarkan konsep kebahagiaan, berikut cara-cara mencapainya. Meski masing-masing mengambil pendekatan berbeda, ada beberapa kesamaan yang mencolok: bahwa orang mesti mengenal diri sendiri sebagai titik berangkat, dan orang menemukan diri sendiri sebagai titik tujuan. Mustahil orang mencapai kebahagiaan kalau tidak tahu siapa dirinya dan apa makna bahagia bagi dirinya.

Buku ini bakal memberi pencerahan bagi Anda yang mencari kebahagiaan sejati 

“Buku ini mengurai dengan santai tetapi indah pencarian akar kebahagiaan
oleh para filsuf dan sufi yang paling melegenda baik dari Dunia Barat,
Muslim, maupun Jawa.”
K.H. Husein Muhammad,
penulis Kebijaksanaan para Ulama, Sufi, dan Filsuf

 

 

“Kebahagiaan—barangkali itulah hal yang paling diburu manusia.
Buku ini memandu Anda ke arah penemuan kebahagiaan yang sejati,
bukan kesenangan fisikal/psikologis yang dangkal, apalagi hedonisme.
Sebuah buku yang penting ada dalam koleksi kepustakaan bacaan kita.”

Dr. Haidar Bagir,
penulis Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan

 

Spesifikasi

SKU  :  UB-505
ISBN  :  9786024413323
Berat  :  300 gram
Dimensi (P/L/T)  :  13 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  288
Tahun Terbit  :  2023
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Lina Khoiriah Khoiriah
Lina Khoiriah Khoiriah 05-01-2026 17:56:52
Ternyata yang bikin kita galau cuma satu : Nggak Paham Diri Sendiri.

Paham bikin kita tenang, sedangkan tidak paham bikin kita galau. Wajar kalau jadi galau. Kadang yang bikin berat itu bukan masalahnya, tapi kita belum ngerti apa yang sebenarnya terjadi. Kebahagiaan itu sederhana, tapi nggak selalu mudah. Fahruddin Faiz mengajak kita mulai dari satu hal penting "Kenali diri sendiri." Tanpa itu, makna bahagia akan menggantung di luar diri kita. Dari Plato, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ki Ageng Suryomentaram, semuanya ngomong satu hal yang sama, kebahagiaan itu soal kenal diri sendiri. Nggak usah jauh-jauh, semuanya balik ke "aku" dan untuk mengenalnya semua butuh yang namanya ilmu pengetahuan.
1. Menurut Plato : Bahagia itu nggak harus dari hal fisik. Yang lahir dari jiwa dan pengetahuan itu jauh lebih awet.
2. Versi Al Farabi : Kebahagiaan datang dari kecerdasan bukan cuma “pintar”, tapi ngerti batasan, tau arah hidup, bisa milih mana yang bikin hidup selaras. Intinya, hidup jadi lebih waras karena ngerti diri sendiri. Dan untuk mengerti itu, butuh ilmu.
3. Al Ghazali : Bahagia adalah perjalanan batin. Menakhlukan hawa nafsu, menjaga hati, memperdalam ilmu. Bahagia lahir dari jiwa yg tenang dan dekat dengan kebenaran.
4. Ki Ageng Suryomentaram : Hidup itu “sak cukupe”.Bahagia hadir ketika kita berdamai dengan diri sendiri (ngerti maune opo, butuhe opo, lan kudu piye.) Ini hal sederhana, tapi dalam banget.

Dari semua tokoh, ada satu benang merah, Bahagia itu kembali ke diri sendiri. Kita adalah titik berangkat, sekaligus titik tujuan. Buku yang bikin aku berhenti sejenak, terus pelan-pelan belajar kenal diri lagi. Warm, dalam, tapi tetap enak dibaca. Recommended banget kalau kamu lagi nyari jeda atau arah.

Setiap bab yang aku baca memberikan pengalaman yang berbeda-beda. Dari rasa ingin tahu yang menggebu, rasa penasaran, hingga membuat otakku berpikir keras. Ada momen yang menenangkan hati, bahkan membuatku menangis. Buku ini benar-benar membuatku larut dan menikmati setiap emosi yang muncul di dalamnya..