Deskripsi
Seseorang yang tak pernah mencintai, tak akan pernah bisa mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Maka, mencintai hal-hal yang bersifat duniawi menjadi penting sebagai persiapan mencintai Tuhan. Meski cinta kepada manusia ada batasnya, tapi mengajarkan hati untuk berkorban, memberi manfaat, dan hidup bermakna.
Jatuh cinta juga berarti siap mengalami kekecewaan dan patah hati dalam perjalanannya, yang jika dirawat dengan benar justru akan menumbuhkan cinta sejati. Karena cinta bukan sekadar relasi antarmanusia, tetapi berakar pada kasih sayang Ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Sehingga, cinta tidak hanya menghangatkan jiwa, tetapi juga membersihkan hati dari belenggu duniawi.
Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Spesifikasi
| SKU | : | NA-263 |
| ISBN | : | 9786232424630 |
| Berat | : | 320 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 296 |
| Tahun Terbit | : | 2024 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
- Pada Buku “ JATUH CINTA KEPADA-NYA " merupakan genre non fiksi agama islam yang menjelaskan tentang spiritual cinta sejati kepada Tuhan. Buku ini tidak hanya menawarkan wacana tentang cinta dalam konteks ilmu tasawuf, tetapi menyajikan panduan praktis untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun konsep mahabbah ( cinta ilahiah ) dan maqam ( tingkatan spiritual ) yang dituliskan oleh penulis bertujuan bagi pembaca untuk merenungkan kembali tujuan manusia dalam bingkai spiritualitas.
- Pada buku ini berisi pembahasan materi 10 bab yang diawali dengan kisah cerita alegori cinta Laila Majnun karangan dari Nizami Ganjavi dan kisah cinta Yusuf dan Zulaikha karangan Abdurrahman Jami. Penulis juga membahas kecerdasan emosi secara komprehensif dan berbagai strategi & tips mengembangkan kecerdasan emosi. Bagaimana menjadi pribadi stoik, spiritualitas sakit hati, mengenal cinta kepada Rasulullah. Di dalam buku ini dibahas salah satu tokoh sufi bernama Rabi’ah Al-Adawiyah, seorang sufi perempuan yang dikenal dengan konsep cinta tanpa pamrih. Lewat kutipan syair-syair dan kisah hidupnya, Rabi’ah menunjukkan kesan bagaimana cinta kepada Allah SWT. melampaui kecintaan terhadap duniawi. Selain itu penulis juga mengulas sudut pandang tokoh sufi lain seperti Jalaluddin Rumi yang menggunakan metafora cinta dalam bait puisinya untuk menggambarkan hubungan antara manusia dengan penciptanya.
- Buku ini layak sekali dibaca oleh semua kalangan remaja maupun dewasa termasuk pembaca yang baru memulai perjalanan spiritual. Sebab tidak hanya sebuah buku teori, tetapi juga panduan praktis untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Melalui bahasa yang sederhana dan pembahasan yang mendalam sehingga pembaca mudah memahaminya. Penulis juga menyajikan kisah-kisah yang menggugah hati, membuat pembaca tidak hanya memahami, tetapi merasakan makna cinta kepada Allah SWT.
“ Kita adalah orang-orang yang memerlukan cinta, karena cinta adalah kehidupan jiwa. Cinta adalah kebahagiaan terbesar ciptaan. “ ( Fahruddin Faiz )
Penulis Ulasan : Choirul Anam ( IG : @Rintisan_semu )


