Buku RAHVAYANA #1: AKU… - SUJIWO TEJO | Mizanstore
Ketersediaan : Tersedia

RAHVAYANA #1: AKU LALA PADAMU (REPUBLISH)

    Deskripsi Singkat

    Yang menulis di buku ini belum tentu saya, sebab Rahwana tak mati-mati. Gunung kembar Sondara-Sondari yang mengimpit Rahwana cuma mematikan tubuhnya semata. Jiwa Rahwana terus hidup. Hidupnya menjadi gelembung-gelembung alias jisim. Siapa pun bisa dihinggapi gelembung itu, tak terkecuali saya. Yang menulis di buku ini barangkali gelembung-gelembung itu, jisim Rahwana… Baca Selengkapnya...

    Rp 89.000 Rp 75.650
    -
    +

    Yang menulis di buku ini belum tentu saya, sebab Rahwana tak mati-mati. Gunung kembar Sondara-Sondari yang mengimpit Rahwana cuma mematikan tubuhnya semata. Jiwa Rahwana terus hidup. Hidupnya menjadi gelembung-gelembung alias jisim. Siapa pun bisa dihinggapi gelembung itu, tak terkecuali saya.

    Yang menulis di buku ini barangkali gelembung-gelembung itu, jisim Rahwana kepadaku. Yang menyampaikan buku ini kepadamu mungkin gelembung-gelembung Rahwana pada penerbit, percetakan, distributor, toko buku, dan lain-lain, tak terkecuali tukang ojek maupun sopir limousin yang mengantarmu ke toko buku maupun perpustakaan.

    Bila gelembung-gelembung Rahwana itu tak ada padamu, kau akan menolak pergi ke toko buku. Sekadar meminjam buku ini ke teman pun, kau tak akan berdaya bila gelembung-gelembung Rahwana tak menjangkitimu. Kau pun tak akan nge-tweet dan sebagainya tentang buku ini. Bila gelembung-gelembung Rahwana tak menjangkitimu, adakah alasan bagimu menggunakan seluruh media sosial dan getok tular buat menjalarkan cinta via buku ini?

    Nasib.

    Tentang SUJIWO TEJO

    SUJIWO TEJO

    Sujiwo Tejo lahir di desa Ambulu, Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962. Bakat mendalang diwarisinya dari sang ayah, Soetedjo. Menulis buku menurutnya tetap menjadi bagian yang konstitusional dari pekerjaan mendalang. Untuk dapat memanggungkan lakon wayang, seorang dalang setidaknya mesti menguasai dasar-dasar seni rupa, musik, akting, dan sastra. Menulis buku bagi Sujiwo Tejo yang dikenal sebagai Dalang Edan ini adalah berpentas melalui salah satu unsur pedalangan: Sastra. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan buku Dalang Edan, Kelakar Madura buat Gus Dur, The Sax, Ngawur Karena Benar, Jiwo J#ncuk, Lupa Endonesa, Dalang Galau Ngetwit, Republik #Jancukers, Kang Mbok, Lupa Endonesa Deui, dan komik Tripama.




    Keunggulan Buku

    • Karya klasik yang selalu dinanti kehadirannya oleh para pembaca
    • Sujiwo Tejo selalu piawai menghadirkan kisah-kisah perwayangan yang sangat lekat dengan keseharian kita, menggelitik, tetapi juga kaya permenungan.
    • Kisah Rahvayana menarik untuk kita ikuti, karena di dalamnya menawarkan beragam refleksi mendalam tentang hidup, relasi antarmanusia, dan tak ketinggalan, cinta

     

    KUTIPAN

    "Bahwa menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa kamu rencanakan cintamu untuk siapa."

    "Tuhan, jika cintaku kepada Shinta terlarang, kenapa Kau bangun begitu megah rasa itu di hatiku?"

    “Hanuman tertarik pada Trijata lantaran Trijata memang lebih hangat ketimbang Sinta. Trijata lebih manusiawi. Sebagai kera, Hanuman rindu pada bau manusia. Hanuman tak mencium bau manusia pada Sinta. Baginya bau Sinta terlalu bau bidadari.”

    Resensi

    Spesifikasi Produk

    SKU BT-039
    ISBN 978-602-291-790-8
    Berat 220 Gram
    Dimensi (P/L/T) 14 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
    Halaman 252
    Jenis Cover Soft Cover

    Produk SUJIWO TEJO

















    Produk Rekomendasi