Buku LUPA ENDONESA (REPUBLISH) - SUJIWO TEJO | Mizanstore
Ketersediaan : Tersedia

LUPA ENDONESA (REPUBLISH)

    Deskripsi Singkat

    Tak malu korupsi? Tak malu berperilaku buruk? Tak malu mencederai bangsa sendiri? Atau mungkin malu tak lagi menjadi tren? Di buku ini, Sujiwo menulis hal-hal yang malu-malu, memalukan, atau tak memalukan tentang persoalan negeri ini. Juga cerita tentang orang-orang yang lupa akan bangsanya, Indonesia. Dengan bahasa terselubung dan melibatkan Ponokawan,… Baca Selengkapnya...

    Rp 79.000 Rp 67.150
    -
    +

    Tak malu korupsi? Tak malu berperilaku buruk? Tak malu mencederai bangsa sendiri? Atau mungkin malu tak lagi menjadi tren?

    Di buku ini, Sujiwo menulis hal-hal yang malu-malu, memalukan, atau tak memalukan tentang persoalan negeri ini. Juga cerita tentang orang-orang yang lupa akan bangsanya, Indonesia.

    Dengan bahasa terselubung dan melibatkan Ponokawan, Jiwo menyentil banyak pihak dengan cerdas. Menohok, nyeleneh, tapi banyak benarnya. Pemikiran-pemikirannya akan membuat malu banyak pihak, terutama yang lupa bahwa dirinya adalah bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur.



    Keunggulan Buku

    Pengantar

    Pembaca yang budiman, terima kasih telah membeli dan membaca Lupa Endonesa yang terbit kembali dalam perayaan ulang tahunnya yang kesembilan.
    Sembilan tahun lalu, ketika buku ini terbit untuk kali pertama, kami mendapati berbagai macam respons menggelitik dari berbagai pihak. Buku ini dianggap sebagai sindiran satir terhadap berbagai macam hal yang tengah terjadi di Indonesia. Dan, semua peristiwa yang tergambar di dalamnya memang semakin menegaskan bahwa kita adalah masyarakat yang pelupa. Persoalan datang silih berganti dan tetap saja kita mengurusi masalah yang itu-itu lagi. Tanpa perbaikan berarti. Bahkan, hingga bertahun-tahun kemudian. Maka, semua kisah yang ada dalam buku ini, walaupun peristiwa yang dirujuk sudah menjadi masa lalu, tetap terasa segar dan aktual. Karena sekali lagi, kita adalah bangsa yang lupa beranjak.
    Meski menyematkan kata “lupa” di judulnya, buku ini justru hadir sebagai pengingat. Mbah Tejo, sang Dalang Edan, dengan arifnya menggunakan para ponokawan sebagai tokoh utama dalam buku ini. Bagaimanapun, ponokawan adalah cerminan warga seperti kita semua. Membaca dialog yang begitu hidup tersebut sama seperti mendengarkan tetangga-tetangga kita bercengkerama.
    Sebelum menutup pengantar singkat ini, kami ingin sedikit bercerita tentang serabi. Ya, serabi. Jajanan tradisional yang hingga saat ini masih sering kita jumpai ini umum digunakan sebagai salah satu komponen among-among. Dalam tradisi Jawa, among-among merupakan peringatan kelahiran seseorang. Dan semasa kecil dulu, Mbah Tejo selalu dibuatkan among-among setiap wetonnya tiba.
    Kali ini, demi perayaan ulang tahun buku fenomenal ini, kami ingin membagikan serabi tersebut secara simbolis kepada setiap pembaca melalui sampul buku ini.


    Selamat menikmati. Heuheuheu.


    Editor Bentang

    Resensi

    Spesifikasi Produk

    SKU BS-543
    ISBN 978-602-291-805-9
    Berat 220 Gram
    Dimensi (P/L/T) 13 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
    Halaman 236
    Jenis Cover Soft Cover

    Produk SUJIWO TEJO

















    Produk Rekomendasi