Buku SISTER FILLAH, YOULL… - Kalis Mardiasih | Mizanstore
  • SISTER FILLAH, YOULL NEVER BE ALONE (REPUBLISH 2022)
Ketersediaan : Tersedia

SISTER FILLAH, YOULL NEVER BE ALONE (REPUBLISH 2022)

    Deskripsi Singkat

    Kenapa, ya, perempuan selalu dianggap sebagai sumber fitnah, suka umbar aurat, dan lebih mudah masuk neraka? Ironisnya, tuduhan-tuduhan tersebut muncul dari penafsiran keagamaan yang bias gender. Bahkan, tafsir bias gender itu tidak hanya dilontarkan oleh laki-laki, tetapi juga diamini oleh sebagian perempuan. Sister Fillah, You’ll Never be Alone mengisi kelangkaan… Baca Selengkapnya...

    Rp 89.000 Rp 75.650
    -
    +

    Kenapa, ya, perempuan selalu dianggap sebagai sumber fitnah, suka umbar aurat, dan lebih mudah masuk neraka? Ironisnya, tuduhan-tuduhan tersebut muncul dari penafsiran keagamaan yang bias gender. Bahkan, tafsir bias gender itu tidak hanya dilontarkan oleh laki-laki, tetapi juga diamini oleh sebagian perempuan.

    Sister Fillah, You’ll Never be Alone mengisi kelangkaan suara perempuan dalam pelbagai diskusi tentang perempuan. Kalis menawarkan perspektif keagamaan yang berkeadilan gender, yang ia refleksikan dalam beragam pengalaman perempuan: perempuan yang sukses dalam keluarga dan pendidikan, para ibu tunggal yang harus berjuang membesarkan anak mereka, korban nikah muda, buruh perempuan tanpa upah layak, perempuan korban kekerasan, dan banyak lagi.

    Dalam edisi terbaru Sister Fillah, You’ll Never be Alone ini, Kalis menambahkan beberapa bab tulisan yang akan memperkaya diskusi kita mulai dari persoalan gender, relasi yang setara, hingga semangat untuk saling menguatkan bagi sesama perempuan.

     

    Kekuatan Kalis adalah ia mampu merasakan sesuatu yang besar
    pada fenomena yang tampak sederhana dan menuliskannya secara sederhana
    dengan kandungan yang besar. Ia mau membela yang “bukan dirinya”.

    Husein Ja’far Al Hadar, Konten Kreator Keislaman di YouTube: Jeda Nulis

    Tentang Kalis Mardiasih

    Kalis Mardiasih

    Kalis Mardiasih, kelahiran Blora, 16 Februari 1992, senang menyebut dirinya sebagai penulis perempuan yang punya obsesi mencatat berbagai pengalaman perempuan. Sehari-hari, ia adalah penulis kreatif dan kolumnis produktif di beberapa media digital, seperti Detiknews dan DW Indonesia. Saat ini, ia telah menulis tiga buku: Berislam seperti Kanak-Kanak (Yayasan Islam Cinta, 2018), Muslimah yang Diperdebatkan (Buku Mojok, 2019), dan Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar! (Buku Mojok, 2019).

    Kalis banyak menulis fenomena keberagaman dan keberagamaan di masyarakat dan isu kesetaraan perempuan, khususnya perempuan Muslimah yang akhir-akhir ini tengah menghadapi tantangan konservatisme dan ekstremisme beragama. Bersama Jaringan Nasional Gusdurian, Kalis terlibat dalam memetakan kondisi, menganalisis tantangan, memfasilitasi pelatihan literasi, dan memproduksi konten kampanye digital bertajuk “Indonesia Rumah Bersama” dalam merespons eskalasi ujaran kebencian di media digital.

    Kini, Kalis menikmati misinya berkeliling secara mandiri dari kota ke kota untuk menyelenggarakan kelas Muslimah dan Media Islam untuk menginformasikan literasi media Islam di internet, apa dampaknya untuk sikap keberagamaan di masyarakat, dan menguatkan Muslimah perihal kesetaraan gender dalam Islam.

    Twitter: @mardiasih
    IG: @kalis.mardiasih
    FB: Kalis Mardiasih




    Keunggulan Buku

    Isi:

    • - Dipengantari oleh Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm.; Founder Ngaji KGI (Keadilan Gender Islam), Dosen Pascasarjana Perguruan

    Tinggi Ilmu Al-Quran, Jakarta.

    • - Diapresi oleh tokoh keragaman dan keagamaan:

    Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, penulis Qiraah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam, pendiri Mubaadalahnews.com, portal tentang Islam dan relasi yang membahagiakan

    Husein Ja’far Al Hadar, vlogger Islam Cinta di channel: “Jeda Nulis”; Direktur Cultural Islamic Academy, Jakarta; penulis muda tentang tema-tema keislaman di media massa

    Zahra Amin, Pemred Mubaadalahnews.com, Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Barat

    Gita Savitri Devi, YouTuber, bloger, penulis

    • - Memaparkan dasar dan alasan perlunya relasi setara perempuan lelaki.
    • - Menunjukkan keragaman ber-Islam di Indonesia.
    • - Menyampaikan Sepuluh pengalaman perempuan untuk dipertimbangkan dalam konsep kemanusiaan, keadilan, kemaslahatan agama, maupun kebijakan negara.

    lima pengalaman biologis perempuan, yaitu menstruasi, hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui

    lima pengalaman sosial perempuan, yaitu stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi, kekerasan, dan beban ganda.

    • Mengingatkan, tugas perempuan jugalah memberitahukan ketidakadilan dan rasa sakit saat mengalami salah satunya. Jika mereka tidak tahu, semua rasa sakit ini dianggap tidak ada. Jika dianggap tidak ada, maka tidak dipertimbangkan dalam rumusan kebijakan negara dan kemaslahatan agama.
    • Menyadarkan bahwa Gender-based discrimination itu nyata.
    • Isi Buku

    Ketika Muslimah Bertanya Balik: Pengantar Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm.
    Prolog
    Perempuan dan Kesadaran Kemanusiaan
    Tafsir Muslimah Progresif dan Harapan untuk Asama
    Sang Syaikhah, Lebih dari Klaim Pakaian
    Ragam Jilbab di Indonesia
    Kerudung Jacinda Ardern dan Sampul The Press: Sebuah Jihad Cinta
    Kesadaran Kecil sebagai Perempuan
    Kita Butuh Kesetaraan
    Memangnya Zaman Sekarang Masih Ada yang Nggak Setara?
    Meme Akun Dakwah yang Mengontrol Pilihan Perempuan
    Perjuangan untuk Korban Kekerasan Seksual
    Pendidikan Seks, wow, Apaan, sih?
    Doa Malam Maulid
    Otoritas Tubuh
    Dari Tanggung Jawab Reproduksi ke Hak Reproduksi

    Text-Based atau Dalil-Based
    Love Yourself, First!
    Batas Toxic
    Perempuan Peziarah, Pengetahuan Perempuan
    Cerita Perempuan dan Perdamaian
    Merebut Tafsir: Perempuan Arab Mendirikan Sekolah
    Ulama dan Anak-Anak Perempuan
    Epilog
    Indeks
    Tentang Penulis

     

    Kemasan:

    - Penyampaian dengan bahasa ringan, menyenangkan, dan membumi.

    - Ringkas, handy, mudah dibawa-bawa

    - Menarik dengan ilustrasi dan cetak duotone

     

    Penulis

    - Kompeten di bidangnya.

    - Banyak menulis fenomena keberagaman dan keberagamaan di masyarakat dan isu kesetaraan perempuan, khususnya perempuan Muslimah yang akhir-akhir ini tengah menghadapi tantangan konservatisme dan ekstremisme beragama

    - Berkeliling secara mandiri dari kota ke kota untuk menyelenggarakan kelas Muslimah dan Media Islam untuk menginformasikan literasi media Islam di internet, apa dampaknya untuk sikap keberagamaan di masyarakat dan menguatkan muslimah perihal kesetaraan gender dalam Islam.

    - Penulis kreatif dan kolumnis produktif di beberapa media digital seperti Detiknews dan DW Indonesia.

    - Bersama Jaringan Nasional Gusdurian, Kalis terlibat dalam memetakan kondisi, menganalisis tantangan, memfasilitasi pelatihan literasi dan memproduksi konten kampanye Indonesia Rumah Behttp://sita.tukardata.com/en/#rsama dalam merespons eskalasi ujaran kebencian di media digital.

    - Berbuku di @akalbuku

    - Penulis buku Berislam Seperti Kanak-Kanak (Yayasan Islam Cinta, 2018) Muslimah yang Diperdebatkan (Buku Mojok, 2019),  Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!

     

     

    • Perempuan adalah hidup. Perempuan adalah cinta.
    • Kamu sempurna menjadi perempuan.
      Kamu tidak memerlukan validasi ukuran-ukuran orang lain
      untuk sempurna menjadi perempuan.
    • Kami, perempuan,
      adalah manusia sempurna,
      manusia yang utuh dengan akal, ruh, dan qalb,
      tidak semata tubuh.
      Kami, perempuan,
      adalah manusia dewasa yang dapat berpikir secara sadar
      untuk membedakan hal yang baik maupun bathil.
    • Perempuan juga Khalifah! Tugas mulia perempuan dan laki-laki sebagai khalifah di bumi terwujud jika ada kesetaraan. Laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah. Berlomba-lomba dalam kebaikanlah alat ukurnya.

     

    Nama saya Kalis Mardiasih. Saya bukan ahli kajian gender. Saya hanya seorang penulis biasa yang terobsesi mencatat pengalaman perempuan. Saya sudah telanjur memulai dan sepertinya belum tahu kapan akan berhenti.
    Perjalanan ini bermula dari sebuah pertanyaan: mengapa buku-buku yang membicarakan Muslimah—yang terpajang di rak-rak toko buku—sebagian besar ditulis oleh laki-laki? Ada banyak sekali laki-laki menulis tentang bagaimana Muslimah harus taat, bagaimana Muslimah harus mengambil sikap sebelum atau setelah menikah, serta bagaimana agar bidadari-bidadari surga cemburu kepada Muslimah. Dengan begitu,
    indikator ketaatan perempuan ditulis oleh laki-laki. Indikator keberhasilan dunia atau keberhasilan akhirat perempuan ditulis oleh laki-laki. Kajian-kajian kemuslimahan diisi oleh ustaz laki-laki dengan tema yang sama. Tentu saja, dalam diskursus kemuliaan dan ketaatan ini, posisi perempuan adalah objek. Ia bukan subjek yang dalam kesadarannya memiliki sikap untuk kebaikan universal, melainkan “mulia untuk” atau “taat kepada”. Bahkan, diskursus untuk bersifat “saling”—seperti saling menghormati, saling menjaga diri, saling tidak melecehkan—saja hampir tidak ada dalam kajian Islam populer di sekitar kita, sebab ada pihak-pihak yang mungkin takut pada kesetaraan.
    Dengan diskursus kesalingan, kita menempatkan pihak-pihak yang ada dalam relasi pada posisi yang setara sebagai manusia. Ia, manusia yang setara itu, layak mendapat penghormatan karena semata kompetensi dan akhlaknya, bukan karena identitas kelamin atau gender dan identitas
    sosial yang melekat pada dirinya sejak lahir.
    Selain soal ketaatan perempuan, media sosial hampir selalu ramai membicarakan Muslimah ketika sampai pada pembahasan segala hal yang melekat pada tubuhnya. Perdebatan perihal jilbab, terutama, adalah hal yang paling sering kita dengar.

    Permasalahan perempuan lebih luas dari sekadar mencatat apa yang melekat di tubuhnya.

     

    Resensi

    Spesifikasi Produk

    SKU QA-64
    ISBN 978-602-441-265-4
    Berat 350 Gram
    Dimensi (P/L/T) 14 Cm / 20 Cm/ 0 Cm
    Halaman 200
    Jenis Cover Soft Cover

    Produk Kalis Mardiasih

















    Produk Rekomendasi