Buku BAHAGIA CARA SUFI - Lord Tengku… | Mizanstore
Ketersediaan : Tersedia

BAHAGIA CARA SUFI

    Deskripsi Singkat

    Sejak KEBAHAGIAAN mendengar namamu, ia terus berlari melewati jalan-jalan untuk menemukan DIRIMU. —Guru Sufi Bagian-bagian pada diri kita mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Para sufi membaginya dalam 5 dimensi kebutuhan—kebutuhan tubuh, kebutuhan pikiran, kebutuhan jiwa, kebutuhan emosi, dan kebutuhan REALITAS. Menurut para sufi, syarat mencapai kebahagiaan adalah dengan memenuhi 5 dimensi… Baca Selengkapnya...

    Rp 49.000 Rp 41.650
    -
    +

    Sejak KEBAHAGIAAN mendengar namamu,
    ia terus berlari melewati jalan-jalan untuk menemukan DIRIMU.
    —Guru Sufi

    Bagian-bagian pada diri kita mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Para sufi membaginya dalam 5 dimensi kebutuhan—kebutuhan tubuh, kebutuhan pikiran, kebutuhan jiwa, kebutuhan emosi, dan kebutuhan REALITAS. Menurut para sufi, syarat mencapai kebahagiaan adalah dengan memenuhi 5 dimensi kebutuhan tersebut. Memusatkan perhatian hanya pada satu bagian dan mengabaikan bagian lainnya membuat kita merasa tidak lengkap dan tidak bahagia.  

    Buku ini berisi nasihat praktis tentang bagaimana mengatasi persoalan hidup dan mencapai kebahagiaan yang dirangkum dari kearifan para sufi. Dengan tampilan infografis, buku ini akan lebih mudah dipahami.

    Tentang Lord Tengku Seraski Koling Mochtar

    Lord Tengku Seraski Koling Mochtar

    Berasal dari Kesultanan Deli Malaysia, Tuan Tengku Seraski Koling Mochtar sekarang tinggal di Boston, Amerika Serikat. Dia menghabiskan waktunya berupaya mengikuti perintah-perintah yang diberikan padanya oleh Nabi Besar Muhammad Saw., utusan Allah, dan memahami rahasia-rahasia di balik kitab suci Al-Quran.

    Penulis mengkhatamkan Al-Quran pada usia 16 tahun. Dia merupakan keturunan Saidi Syaikh Naqsabandiyah, seorang sufi besar (syaikh) golongan Naqsabandi (Tarekat Naqsabandiyah), yang datang ke Sumatra bagian Timur dari Makkah pada pertengahan abad ke-12. Kakeknya, Tengkoe Soeloeng Hibatoellah, dan ayahnya, Tengku Muslimin Ahmad Mochtar, juga merupakan syaikh tarekat Naqsabandi.

    Salah satu karya terlarisnya adalah The Hidden Wisdom of Islam (Kearifan Islam yang Tersembunyi) yang membawa para pembacanya menuju perjalanan spiritual untuk mengungkap rahasia  terbesar semesta yang paling tersembunyi. Dia menerima gelar Doctor Honoris Causa atas karyanya The Hidden Wisdom of Islam.

    Keinginan terdalamnya adalah agar kita mengabaikan batasan-batasan kita yang hanya ilusi dan menyadari apa yang bisa kita capai sebagai bagian dari Sang REALITAS.

     




    Keunggulan Buku

    - Ditulis oleh orang yang ahli di bidang tasawuf, Lord Tengku Seraski Koling Mochtar.
    - Penulis merupakan keturunan Saidi Syaikh Naqsabandiyah, seorang sufi besar (syaikh) golongan Naqsabandi (Tarekat Naqsabandiyah), yang datang ke Sumatra bagian Timur dari Makkah pada pertengahan abad ke-12.
    - Buku berupa infografis, sehingga dapat memudahkan pembaca dalam memahami isi buku.

    Resensi

    NUKILAN BUKU
    Definisi: ALLAH

    Sebuah “Nama” tak lain hanyalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi.

    Dalam buku ini, untuk membantu pikiran kita yang terbatas agar bisa memahami dengan lebih baik, sekaligus mengikuti tradisi Islam, kita akan menggunakan istilah “ALLAH” untuk merujuk pada Sang REALITAS tunggal, mutlak, dan tak terbagi.

    Yang sebenarnya:
    •    Nama yang bisa dinamai bukanlah nama yang abadi. Nama yang bisa kau ucapkan bukanlah nama sebenarnya.
    •    Kalau kau bisa membicarakannya, ia bukanlah REALITAS. Jika ia punya nama, itu pasti hal lain.
    •    Yang tak bernama adalah sumber asal Langit dan Bumi.
     
    Nama-nama digunakan untuk membedakan satu hal dari yang lainnya.
    Apakah yang Maha Esa masih membutuhkan nama manakala semua dan segala sesuatu adalah Dirinya Sendiri?

    Sebelum penciptaan semesta tidak ada nama-nama.
    REALITAS yang tak bernama itulah Sumber semesta.

    Kearifan # 1

    Tidak ada apa pun melainkan REALITAS. Selain-Nya tak pernah ada.
    - Kutipan dari The Hidden Wisdom of Islam

    ***
    Ketika masih kanak-kanak, saya tidak memahami agama sama sekali …

    Saya hanya meniru apa yang orang lain lakukan, mengulang yang mereka katakan. Tetapi saya tidak benar-benar memahami makna sebenarnya di balik itu.

    Bagiku, agama sekadar ritual yang dilakukan keluarga.

    Pada masa itu, agama tidaklah penting bagiku. Aku melaksanakannya semata atas dorongan orangtua, keluarga dan guru-guruku.
     
    Seiring waktu, pemahaman agamaku berkembang. Seperti lapisan demi lapisan …

    Sejak itu, aku tumbuh dewasa. Aku lebih senang menggambarkan evolusi pemahaman keagamaanku seperti sebutir bawang. Secara perlahan kukupas lapisan demi lapisan diriku untuk menemukan diri sendiri. Setiap kali aku mengupas satu lapisan, kutemukan lapisan baru dengan makna yang lebih dalam.
     
    Beranjak remaja, aku tumbuh menjelma menjadi pemeluk agama yang fanatik; tetapi pemahaman agamaku sempit dan terbatas …

    Aku mempelajari Al-Quran dengan sungguh-sungguh. Kubaca banyak buku agama karya para ulama besar. Aku bergabung dengan beragam gerakan Islam.

    Sayang, aku menafsirkan segala sesuatu dengan pola pikir sempit. Misalnya  saja, aku tidak memahami kiasan-kiasan sufi yang mendalam. Aku memahaminya secara harfiah dan dengan cepat mencap sufisme sebagai bid’ah.

    Pada waktu itu pemahamanku mengenai Islam sederhana saja: ada suatu entitas eksternal yang sempurna dan mutlak bernama ALLAH yang menciptakan segala sesuatu. Jika kita tidak menaati perintah-perintah-Nya, kita akan dihukum. Jika menaati perintah- perintahNya, kita akan mendapatkan pahala.

    Menginjak dewasa, aku mulai MEMAHAMI HAKIKAT segala sesuatu dan menyadari betapa KELIRU pemahamanku ….

    Seiring waktu, aku mulai melihat dunia secara berbeda. Pengalaman hidup telah mengajarkan banyak hal yang tidak bisa diajarkan oleh guru, buku, maupun gerakan-gerakan mana pun.

    Aku mulai memahami hakikat segala sesuatu, membaca segala sesuatum melampaui makna harfiahnya, dan tumbuhlah keingintahuanku yang besar untuk mengetahui hakikat sejati agama.

    Gairah muda perlahan berganti kearifan usia. Sebelum ini aku kerap berpikir orang-orang dewasa salah karena mereka tidak menjalankan segala yang benar. Selanjutnya, aku menyadari banyak hal, tidak seperti yang kupikirkan sebelumnya, tidaklah semata hitam dan putih.

    Kuamati, bahkan tindakan tidak menjamin keyakinan yang sebenarnya. Orang-orang melakukan sesuatu UNTUK ALASAN YANG BERAGAM …

    Pada akhirnya, MOTIF seseorang bergantung pada keyakinan-keyakinan yang dianutnya. Jadi, apa yang menjadikan seseorang disebut “ORANG BERIMAN”?

    Apakah ALLAH sangat perhitungan? Apakah semuanya ini perkara timbangan perbuatan baik dan perbuatan jahat? Apakah semua ini soal menghindari siksaan abadi (neraka) dan mencari kesenangan selamanya (surga)? Adakah pemaknaan yang lebih dalam di balik ini? Apakah ini tentang mengenal dan mencintai ALLAH secara pribadi?

    Tergugah keingintahuan, kualihkan fokus pada bagaimana mencintai ALLAH, ASPEK ISLAM YANG LEBIH SPIRITUAL ….


    Pesan Penulis
    Pembaca yang budiman,
    Terima kasih banyak sudah membaca buku ini! Semoga bermanfaat.
    Jika menurut Anda buku ini bermanfaat, saya akan sangat menghargai jika Anda mau membantu orang lain agar juga menemukan buku ini, dengan cara:

    Merekomendasikannya. Mohon untuk membantu para pembaca lainnya menemukan buku ini dengan cara merekomendasikannya kepada teman-teman, berbagai kelompok baca, dan forum-forum diskusi.

    Mengulasnya. Mohon ceritakan kepada para pembaca lainnya apa yang Anda sukai atau tidak Anda sukai dari buku ini dengan cara mengulasnya di salah satu toko buku utama, situs-situs ulasan, atau blog Anda sendiri. Saya sangat menghargai bantuan Anda. Semoga Anda menemukan jalan Anda dan menyadari potensi sejati diri Anda.

    Sampai jumpa di lain waktu,

    Lord Tengku Seraski Koling Mochtar



     

    Beri ulasan produk ini

    Spesifikasi Produk

    SKU NA-191
    ISBN 978-602-385-774-6
    Berat 100 Gram
    Dimensi (P/L/T) 17 Cm / 17 Cm/ 0 Cm
    Halaman 104
    Jenis Cover Soft Cover