Buku Tuhan Ada Di… - Husein Jafar… | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 67,150
15% Rp 79,000

Deskripsi

Sejatinya menghadap ke mana pun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita menyebut nama-Nya. Bukan hanya di Ka‘bah, tapi juga di gubuk-gubuk orang miskin, di rumah-rumah yatim, bahkan di lembaga pemasyarakatan.

Masjid bisa roboh, Ka‘bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan pada-Nya.

 

***

“Habib Husein adalah oase di tengah dahaga keberagamaan di kalangan anak muda. Dengan gayanya yang santai, sederhana dan penuh humor membangun dialog yang mudah dicerna antar-berbagai kelompok anak muda. Buku ini mengajak kita kembali membersihkan hati agar Tuhan berkenan bersemayam di hati kita.”

--Sakdiyah Ma‘ruf, Stand Up Comedian & BBC 100 Women 2018

“Masyarakat yang gandrung formalisme, menjebak agama dalam simbol dan hitungan matematika—untung-rugi, pahala-dosa. Mereka hanya menawarkan dua warna: hitam atau putih. Habib Husein berusaha melepas bias jebakan itu. Sebab, yang dilihat sebagai hitam atau putih barangkali hanya bungkus belaka. Ia mengajak pembaca agar tak berhenti pada yang tampak oleh mata. Karena, proses berpikir dengan akal dan batin yang tak tampak, justru menjadikan kita jernih.”

--Kalis Mardiasih, Penulis Buku Sister Fillah, You’ll Never be Alone

 

“Buku ini akan membawa kita masuk dalam petualangan ruhani untuk menemukan Sang Pencipta yang berdiam di dalam kita.”

--Pendeta Yerry Pattinasarany

 

“Ucapan Habib Husein ini udah mulai mengakar. Terngiang-ngiang. Karena kalau Habib Husein ngejelasin itu, kok aku suka ya. Kok make sense, ya. Saya itu dari bangun tidur sampai mau tidur lagi kepikiran omongan Habib Husein terus.”

--Onadio Leonardo, musisi, aktor, komika

 

“Ibarat kata, kita ini lagi tarik tambang, lawannya Habib Husein. Kita udah maju-mundur, sementara Habib Husein masih bisa narik kita dengan senyum, hayuk sini, lembut. Gak pernah kasar. ‘Sini, Boris, mari mampir. Di sini enak, adem, sejuk. Jadilah insan yang rahmatan lil-alamin.’”

--Boris Bokir, komika

Spesifikasi

SKU  :  NA-248
ISBN  :  9786232423534
Berat  :  250 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  236
Tahun Terbit  :  2022
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Dian Pratiwi
Dian Pratiwi 31-01-2026 21:58:23
ini buku kaya ceramah tapi yang bukan ceramahin orang gituu sih. bahasannya mudah dimengerti tapi bikin jleb. Kaya makin dipeluk karena ternyata sesayang itu sama makhluknya. bahkan dalam bahasan perang pun masih diberikan ketegasan dilarang untuk membunuh kaum wanita dan anak-anak.
dan ngasih tau juga kalau dakwah itu banyak caranya.
Kadita Kazread_
Kadita Kazread_ 29-01-2026 19:44:00
Ini adalah buku Habib Jafar pertama yang ku baca. Aku sangat suka gaya bahasa yang digunakan karena seolah diajak ngobrol dengan teman, tapi di dalamnya disisipkan dalil dan mengajak kita untuk mengenal lebih jauh tentang Tuhan.
Quotes-quotesnya banyak yang nyes di hati dan bikin mikir. Di tengah banyaknya narasi dan berita tentang intoleransi, penjelasan Habib Jafar di buku ini terasa adem dan menurutku bisa dibaca semua kalangan, bukan hanya umat muslim.
Kurnia Rizqiya
Kurnia Rizqiya 27-01-2026 15:06:59
"Sejatinya menghadap kemana pun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita menyebut naman-Nya."

Buku ini membahas topik-topik yang related dengan kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa ringan, penyampaian buku ini terasa tidak menggurui melainkan seperti diskusi yang menarik.Buku ini juga memberikan pandangan berbagai hal dalam sudut pandang Islam. Misalnya saja mengenai hijrah, akhlak Islam, hukum musik, dan tentang bagaimana pandangan mengenai candaan.
Part yang paling aku suka justru tepat di prolog nya. Prolog dalam buku ini seakan memberikan kita motivasi dalam menjalani kehidupan.
Kasma Wati
Kasma Wati 26-01-2026 08:07:36
Membaca buku ini seperti diajak berbincang santai tentang Tuhan, iman, dan kemanusiaan tanpa jarak dan tanpa penghakiman. Buku ini menyuguhkan refleksi keislaman yang lembut dan menenangkan, menekankan bahwa kehadiran Tuhan tidak selalu ditemukan dalam ritual yang kaku, melainkan dalam kejernihan hati, sikap welas asih, dan cara kita memperlakukan sesama. Dengan bahasa yang ringan namun penuh makna, Habib Husein berhasil mengajak pembaca merenung makna toleransi secara relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Apalagi di tengah masyarakat kita yang kadang masih "intoleran" terhadap yang berbeda, buku ini perlu sekali dissebarluaskan dan dijadikan pembahasan di ruang-ruang literasi.