Buku Mereguk Cinta Rumi - Haidar Bagir | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Mereguk Cinta Rumi
Rp 32,000
50% Rp 64,000

Deskripsi

Hiruplah hanya Cinta.”
 
-Rumi-
 
 
Memang hampir-hampir tak ada yang lain, selain cinta, yang bisa kita sampaikan saat kita bicara tentang Rumi. Kisah hidupnya, semuanya, adalah tentang Cinta. Cinta kepada Tuhan, dan cinta kepada manusia-manusia sahabat Tuhan.
Karena itu, bagi Rumi, hidup sesungguhnya tak lain adalah meraih cinta-cinta sejati itu. Cinta pada puncak kesempurnaannya itu. Tanpa itu, bukan hanya hidup, kematian pun hanya akan menandai kehancuran, padahal seharusnya ia menandai kembalinya kita kepada Samudera Tanpa Batas Sumber kita sendiri – Kerinduan primordial kita. Karena bagi pencinta, kematian jasad sesungguhnya hanya menandai awal kehidupan. Memang Rumi sering menyebut cinta “(Mata) Air hidup kita”.
Melanjutkan Belajar Hidup dari Rumi, dan masih lewat serpihan puisinya yang mencerahkan dan melembutkan jiwa, buku Mereguk Cinta Rumi ini secara khusus memberikan perhatian pada perenungan Rumi tentang cinta, di samping tetap berbagi nasihat-nasihat sang penyair sufi untuk meraih kehidupan yang dapat menawarkan kebahagiaan sejati.
 

Spesifikasi

SKU  :  NA-143
ISBN  :  9786023850914
Berat  :  220 gram
Dimensi (P/L/T)  :  12 cm/ 18 cm/ 2 cm
Halaman  :  316
Tahun Terbit  :  2016
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Dedik   Ariyanto
Dedik Ariyanto 31-01-2026 18:17:22
Mereguk Cinta Rumi adalah kumpulan serpihan/ puisi yang indah dan penuh makna. bukan novel cinta biasa. Kata-kata yang menyentuh dan dalam soal cinta. Buku ini akan mengajak pembaca menyelami makna cinta yang lebih dalam, cinta yang tidak cuma berhenti pada manusia, tapi naik level menuju cinta kepada Tuhan. Serpihan-serpihan ini adalah pemikiran dan perjalanan spiritual Jalaluddin Rumi, seorang penyair dan sufi besar. Kemudian dikumpulkan dan diterjemahkan dengan baik oleh Haidar Baqir. Sehingga makna yang ada dalam puisi itu tetap ada. Melalui bait-bait yang sudah diubah agar rima dan diksinya tetap indah, penulis menyampaikan pesan-pesan tersebut dengan akurat. Lewat bait-bait itu akan ada ketenangan dan perenungan, dimana pembaca diajak memahami bahwa cinta sejati bukan soal memiliki, melainkan soal keikhlasan, kehilangan ego, dan penyatuan dengan Sang Pencipta. Banyak bagian yang membuat pembaca berhenti sejenak, merenung, bahkan mengulang bait puisi sarat makna ini. Buku ini seolah bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk “dirasakan”.... Lihat selengkapnya